beritaGeofisikaUncategorized

FUNDAMENTAL OF ELECTROMAGNETIC METHODS IN EXPLORATION GEOPHYSICS

Short Course Mr. Djedi S. Widharto

INTRODUCTION TO GEOPHYSICS

          Geofisika adalah ilmu yang mempelajari bumi dengan menggunakan metode analisis fisila, khususnya metode seismic refleski dan refraksi, gravity, magnitik, elektrik, elektromagnetik, dan radioaktif. Sedangkan geofisika eksplorasi adalah membuat dan menginterpretasi pengukuran parameter fisika bumi untuk menentukan kondisi bawah permukaan, biasanya untuk pencarian objek ekonomis, cadangan minyak, ataupun mineral. Ada beberapa macam metode geofisika dimana setiap metode mempunyai tujuan yang berbeda-beda dan digunakan untuk kondisi tertentu. Metode geofisika dapat dikategorikan menjadi surface method dan borehole method. Surface method terdiri dari metode seismik, potential field, elektrik, elektromagnetik, dan nuklir. Sedangkan borehole method terdiri dari in-hole procedures, cross-hole procedures, surface to borehole procedures, dan logging techniques.   MAGNETOTELLURIC Salah satu jenis metode elektromagnetik adalah metode magnetotelurik (MT), yaitu metode geofisika untuk memprediksi distribusi sifat kelistrikan (resistivitas dan konduktivitas) bawah permukaan tanah dengan mengukur time-varying alami dari medan elektromagnetik. Parameter dari metode ini adalah resistivitas dan konduktivitas. Sumber sinyal magnetotelurik berasal dari interaksi medan magnetik permanen bumi dengan partikel dari badai matahari (solar wind) dan dengan atmospheric lighting yang menginduksi arus listrik di bawah permukaan tanah. Berikut ini akibat pengaruh adanya pori-pori air dan proses geologi terhadap resistivitas. Saline brine, alterasi lempung, dissolution, temperatur, tekanan, patahan, dan kekar merupakan factor yang menyebabkan resistivitas meningkat. Sedangakan factor yang menyebabkan resistivitas menurun adalah hidrikarbon, sementasi karbonat, dan silification. Berikut ini hubungan antara kelistrikan (E) dengan medan magnet (H). Untuk medium dengan lapisan homogen (1-D) Ex= ZHy……………………………………………………………… (1) Dimana Z=impedansi skalar. Untuk medium dengan simetri 2-D Ex= ZxyHy…………………………………………….. ………….(2) Ey= ZyxHxZxy≠ Zyx …………………………………………..(3) Untuk medium 3-D Ex= ZxxHx+ ZxyHyE = ZH …………..……………………(4) Ey= ZyxHx+ ZyyHyZ= tensor impedance……………(5) MT mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya adalah penetrasinya sangat dalam, memberikan informasi pada area non-seismik, tidak memerlukan transmitter, alatnya ringan, produksi rata-rata baik, hampir dapat diakses dimana saja, hanya berdampak ringan pada lingkungan, mempunyai resolusi yang lebih baik daripada magnetik ataupun gravity, serta prosedur interpretasi 2-D dan 1-D berkembang dengan baik. Kekurangan dari metode ini adalah berhubungan dengan konduktor lateral, sinyalnya merupakan sinyal natural sehingga tidak beraturan, resolusinya lebih kecil daripada seismik, processing datanya kompleks, perubahan kurva apparent resistivity terkadang signifikan, dan teknik inversinya model yang halus. Dalam akuisisi MT, terdapat mobile acquisition unit dan remote reference acquisition unit. mobile acquisition unit digunakan untuk pengambilan data. Tempat pengambilan data harus sunyi, jauh dari keramaian untuk mengurangi noise. Remote reference acquisition unit digunakan sebagai referensi dan harus dalam posisi diam. Prosessing datanya termasuk pengukuran dari medan orthogonal elektromagnetik, ekstraksi tensor impedansi, kemudian akan didapatkan apparent resistivity dan kurva phase sounding (ohm.m) dan (degree) terhadap frekuensi (Hz). Data presentasinya yaitu pseudo-section, data modelling, dan bostick transform. kontributor: www.aapgubsc.org

Leave a Reply